Meningkatnya kebutuhan ummat akan pelayanan, dikarenakan kondisi perekonomian yang tidak menentu, memerlukan jawaban segera. Untuk itu, BPZIS Mandiri hadir untuk turut berpartisipasi dalam berkhidmat kepada ummat.

BPZIS sebagai lembaga pengelola zakat, adalah lembaga nirlaba yang bergerak dalam penghimpunan dan pengelolaan dana zakat, infaq, dan shodaqoh, waqaf dan dana lainnya yang halal serta legal dari perorangan (karyawan/ti Bank Mandiri dan umum), kelompok ataupun perusahaan.

BPZIS Mandiri lahir pada bulan Oktober tahun 1999 yang merupakan gabungan dari lembaga zakat 4 (empat) bank milik pemerintah yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia pasca merger menjadi Bank Mandiri. Penggabungan pengelolaan ZISWAF ini kemudian disepakati menjadi satu nama yaitu BPZIS Bank Mandiri. Sebagai lembaga zakat, BPZIS Bank Mandiri secara resmi dikukuhkan sebagai Unit Pengelola Zakat (UPZ) pada tanggal 15 September 2005 oleh ketua Umum BAZNAS Prof. DR. K.H. Didin Hafidhudin dan disaksikan oleh para Direksi Bank Mandiri. Namun secara operasional, kegiatan BPZIS Bank Mandiri telah berjalan sejak Oktober 1999.

Sejak didirikan sampai dengan triwulan pertama 2010, BPZIS Bank Mandiri total dana yang dihimpun sebesar Rp 15.6 milyar. Dana tersebut kemudian  disalurkan kepada para mustahiq yakni orang-orang yang berhak menerima zakat sesuai ketentuan syariah. Program pemberdayaan yang dilakukan BPZIS Bank Mandiri tersebut di bagi dalam 3 (tiga) kelompok besar yakni Bina Ilmu, Bina Ekonomi dan Bina Sosial. Masing-masing program menerima alokasi dana sebesar 50% untuk bina ilmu, 30% untuk program bina ekonomi dan 20% untuk program bina sosial, setelah dikurangi bagian amil sebesdar 12.5% dari dana yang terhimpun sesuai ketentuan syariah.

Bagian dana amil sebesar 12.5% tersebut, digunakan untuk membiayai kegiatan operasional lembaga antara lain untuk membayar gaji karyawan pelaksana BPZIS maupun untuk biaya operasional lainnya.

Melalui program pendidikan sampai dengan triwulan pertama 2010 telah diberikan beasiswa kepada 928 (sembilan ratus dua puluh delapan) orang siswa tidak mampu dan putus sekolah, yang terdiri dari SD, SMP, SMA dan Mahasiswa, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Sampai saat ini total anak asuh BPZIS Bank Mandiri mencapai 1700 orang. Banyak diantaranya yang sudah mandiri dan memiliki karier yang baik sebagai pegawai, bankir, dosen dan prajurit bahkan usahawan mandiri, untuk menyebut variasi pekerjaan mereka.

Disamping itu BPZIS Bank Mandiri juga telah memberdayakan ekonomi fakir/miskin sebanyak 100 usaha kecil dan menengah baik yang dikelola perorangan maupun kelompok seperti pesantren. Sementara itu dalam program sosial dan dakwah, BPZIS Mandiri telah membantu 120 orang da’i yang tersebar di seluruh nusantara, juga banyak membantu dalam pembangunan sarana ibadah masjid dan musholla. Total penyaluran pembiayaan sejak tahun 2000 sampai dengan triwulan pertama 2010 sebesar Rp. 13.8 milyar

Dalam rangka meningkatkan jangkauan pelayanan dan penghimpunan dana zakat, infaq dan shodaqoh, pada akhir tahun 2006, BPZIS Mandiri mulai melakukan ekspansi dengan terbentuknya cabang Bandung dan Semarang. Pada akhir tahun 2008 telah dibentuk BPZIS Mandiri cabang Surabaya, cabang Palembang dan pada tahun 2009 BPZIS Mandiri pusat membuka cabang Makasar. Insya Allah langkah pembentukan cabang-cabang baru akan terus berlanjut hingga ke seluruh Kantor Wilayah Bank Mandiri. Adapun pembentukan cabang-cabang tersebut didukung sepenuhnya oleh pengurus Bapekis di setiap Kantor Wilayah Bank Mandiri