Polisi Interpol Dunia mengeluarkan  pemberitahuan penangkapan Kamis (29/09) kepada anak pemimpin Libya yang telah jatuh Moammar Gadhafi -Saadi Gadhafi- untuk kejahatan yang dituduhkan selama waktu sebagai kepala federasi sepak bola (PSSI Libya).

Pihak berwenang Libya yang baru diminta pemberitahuan terhadap Saadi, yang diyakini di Niger, “karena diduga menggelapkan properti melalui paksaan dan intimidasi bersenjata saat ia memimpin Federasi Sepakbola Libya,” kata Interpol dalam sebuah pernyataan.

Saadi, 38, terakhir terlihat di Niger dan pemberitahuan panggilan merah terutama pada negara-negara di kawasan untuk membantu mencari dan menangkapnya “dengan tujuan untuk kembali ke Libya dimana surat perintah penangkapan untuknya telah dikeluarkan,” kata Interpol.

“Sebagai komandan unit militer yang diduga terlibat dalam penindasan demonstrasi oleh warga sipil selama pemberontakan Libya, Saadi Gadhafi juga dikenakan larangan perjalanan Bangsa-Bangsa dan pembekukan aset,” katanya.

Interpol mengatakan itu adalah Red Notice pertama dikeluarkan pada permintaan Dewan Transisi Nasional, dengan pemberitahuan sebelumnya dikeluarkan untuk Kadhafi sendiri dan anggota lain dari keluarganya atas permintaan Mahkamah Pidana Internasional.

Pemerintah Niger mengatakan pada 16 September bahwa ia tidak akan mengirim Saadi kembali ke Libya, namun bisa menyerahkannya ke yurisdiksi lain.

“Dengan memperhatikan (kami) kewajiban internasional, kita tidak bisa mengirim seseorang ke sana di mana ia tidak memiliki kesempatan untuk menerima pengadilan yang adil dan di mana ia bisa menghadapi hukuman mati,” kata juru bicara pemerintah Marou Amadou.

“Di sisi lain, jika ini pria atau orang lain yang diinginkan oleh pengadilan yang independen … yang memiliki kompetensi universal atas kejahatan yang dia adalah yang dikejar, Niger akan melakukan tugasnya,” tambahnya.

Saadi, yang ketiga dari tujuh putra Kadhafi, meninggalkan karir sepak bola di Italia pada tahun 2004 untuk bergabung dengan tentara, di mana dia memimpin unit elit.

Dia tiba di Niger, salah satu negara Afrika barat yang paling diuntungkan dari kemurahan Kadhafi, awal bulan ini dalam sebuah konvoi bersama anggota lain dari rezim terguling.

Niger telah mengkonfirmasi telah 32 loyalis Kadhafi di wilayahnya, termasuk tiga jenderal, mengatakan hal itu memungkinkan mereka masuk karena “alasan kemanusiaan”.

Niamey telah resmi diakui Dewan Transisi Nasional sebagai pemimpin sementara Libya.

Hal ini telah menegaskan bahwa Kadhafi sendiri tidak di wilayahnya dan menyatakan bahwa ia akan sesuai dengan perjanjian internasional harus ingin menyeberang ke Libya perbatasannya.

Tags

 

1 Comment

Leave a Comment

 




 

Trackbacks